Pertanyaan mengenai ekspektasi gaji adalah salah satu bagian yang paling menantang dalam proses wawancara. Menjawabnya dengan tepat dapat memengaruhi apakah Anda lolos ke tahap selanjutnya dan, yang paling penting, seberapa kompetitif tawaran yang akan Anda terima.
Berikut adalah beberapa teknik kunci dan tips penting untuk mengulas cara Anda harus menghadapi pertanyaan ini:
- Riset Adalah Kunci Utama
Teknik terpenting adalah melakukan riset pasar secara menyeluruh sebelum wawancara.
Apa yang Perlu Dilakukan: Cari tahu kisaran gaji untuk posisi yang Anda lamar, berdasarkan tingkat pengalaman, lokasi, dan jenis industri. Gunakan situs pencarian kerja, laporan gaji industri, dan jaringan profesional.
Tujuan: Dengan memiliki data yang akurat, Anda dapat mengajukan angka yang realistis dan terjustifikasi, tidak terlalu rendah (merugikan diri sendiri) atau terlalu tinggi (membuat Anda dieliminasi).
- Tunda Menyebutkan Angka Pertama
Jika memungkinkan, cobalah untuk menghindari menyebutkan angka pasti di awal pembicaraan.
Cara Melakukannya: Ketika HRD bertanya tentang ekspektasi gaji, Anda bisa membalas dengan pertanyaan strategis: “Bolehkah saya tahu dulu kisaran gaji yang telah dianggarkan untuk posisi ini di perusahaan Anda?” atau “Saya ingin memastikan bahwa ekspektasi saya sejalan dengan struktur gaji perusahaan. Apakah ada rentang gaji yang sudah ditetapkan?”
Alasan: Ini mendorong HRD untuk mengungkapkan angka mereka terlebih dahulu. Jika kisaran mereka lebih tinggi dari ekspektasi awal Anda, Anda berpotensi mendapatkan tawaran yang lebih baik.
- Jawab dengan Rentang (Range) Gaji yang Fleksibel
Jika Anda harus menyebutkan angka, jangan berikan angka tunggal (misalnya, “Rp 5.000.000”). Berikan rentang gaji yang fleksibel.
Contoh Respons: “Berdasarkan riset pasar untuk peran ini dengan pengalaman dan kualifikasi saya, ekspektasi saya berada di kisaran Rp 5.000.000 hingga Rp 7.000.000 per bulan, tergantung pada keseluruhan paket remunerasi dan tunjangan yang ditawarkan.”
Penting: Pastikan angka terendah dalam rentang Anda adalah angka yang paling minimum yang bersedia Anda terima.
- Tekankan Nilai, Bukan Hanya Kebutuhan
Jangan pernah membenarkan ekspektasi gaji Anda hanya berdasarkan “kebutuhan” pribadi (cicilan, biaya hidup). Sebaliknya, kaitkan ekspektasi gaji Anda dengan nilai yang akan Anda bawa ke perusahaan.
Fokuskan pada: Keahlian unik Anda, pengalaman relevansi, pencapaian masa lalu, dan bagaimana Anda akan berkontribusi pada kesuksesan perusahaan.
Contoh Kalimat: “Angka ini mencerminkan nilai pasar dari keahlian teknis saya dalam [sebutkan keahlian] dan potensi kontribusi saya dalam [sebutkan tujuan bisnis], yang saya yakini akan menghasilkan return on investment yang signifikan bagi perusahaan.”
- Sertakan “Paket Total” dalam Pertimbangan
Gaji pokok bukanlah satu-satunya faktor. Ingatlah untuk membahas kompensasi total (total package).
Elemen yang Perlu Dipertimbangkan: Tunjangan kesehatan, cuti tahunan, bonus kinerja, opsi saham, pelatihan, dan peluang pengembangan karier.
Contoh Respons Lanjutan: “Saya terbuka untuk bernegosiasi, dan angka ini bisa fleksibel tergantung pada keseluruhan paket kompensasi dan tunjangan (seperti asuransi, bonus, dan kebijakan kerja remote) yang menyertainya.”
Kesimpulan Ulasan
Teknik menjawab pertanyaan gaji harus didasarkan pada riset, kepercayaan diri, dan negosiasi yang cerdas. Tujuannya adalah untuk menjual nilai Anda dan menetapkan angka yang adil dan kompetitif tanpa menutup pintu negosiasi. Jangan pernah berbohong tentang gaji Anda sebelumnya, tetapi selalu fokus pada potensi nilai masa depan yang Anda tawarkan kepada perusahaan baru.
